Menangkap Keajaiban
Kemelut jiwa dalam sapuan warna abu
Bergumul, bergejolak, dan menderu
Seiring dengan derapan jantung
Ketakutan yang tak berdalih ini
Bisakah kujadikan alasan untukmu menghendaki?
Sayang untukmu yang baru terbit tadi pagi
Yang aku sendiri kurang menyadari
bahwa itu sudah menjungkar setahun yang telah terpintasi
Aku terlambat
Sekarang aku terpegat
Dalam rona yang kau jerat
padaku, hingga aku terpikat
Tuhanku,
Rindu ini akan meningkah
Ambisiku pun bersamanya masih betah
Walaupun celah kian pecah
Gerak batin ini belum berubah
Tuhan, aku mengajun untuk bersamanya
Tuhanku,
Kini tinggal satu keadaan
satu harapan, satu kesempatan
Tolong beri kemudahan
Untukku menangkap keajaiban
Sabtu, 22 Juni 2013
19.32
back to top?