Tentu Saja
Tatapmu dalam
membawa rindu
juga ragu
Terkadang nanar
Menyisakan kisah terpendam
tentang pecah hati yang lugu
namun tetap mengurai harap
yang berpendar
Bibirmu kerap mengulas
garis lengkung ke atas
Terkadang datar
serupa menahan
helaan yang kelelahan
membawa belah yang rentan
Langkah kaki
yang sederhana
dan teduh
Tengah menanti-nanti
untuk berhenti dari bertapak
tepat di depan yang dicari
Tangan-tangan
melahirkan tulisan
penyampai pesan
dari kisah, harap, luka, dan penantian
yang berpaduan,
bertautan
Tentu saja
untuk yang tenggelam dalam pandangmu
yang membelah hatimu
yang menghilang darimu
Tentu saja
untuk yang sedang tidak mengamatimu
27 September 2019
20:46 WIB
Labels: irmarindasheyna's, poems
back to top?