chandra
sapphire
this ain't a fairytale
other links

BLOG TUMBLR TWITTER
Sunday, June 28, 2015 @ 8:34 PM
Kau Menjadikan Kita Abu

Sungguh sejak  dini aku sudah mulai melihatmu mengisap sulutan penuh kerugian. Aku tidak peduli seberapa banyak engkau menelan bulat-bulat bahaya laten tanpa paran. Aku pun diam, melihatmu dalam paparan. Tidak mau tahu, tadi dan kemudian.

Dewasa kini aku masih melihatmu lagi, dengan kepulan asapyang hampir tiap hari―keluar dari mulutmu secara berseri. Semakin dewasa lagi, yang kudengar sudah berganti. Mulutmu berbatuk menjadi-jadi.

Acap kali terdengar suara itu, aku takut. Tapi, aku hanya bisa menepis kemelut, seolah-olah tanpa kalut. Acuh-tak-acuh, luka pun ku balut. Dan dalam kekhawatiranku sendiri aku berpagut.

Tak ada yang tahu, bahwa ketakutanku kini menjadi momok yang suka memposisikan diri menjadi tamu. Engkau telah menjadikanku abu, lukaku lukamu, lukamu lukaku, semua baru kau lihat sehabis asapmu.

Oh Tuan, dalam diam ini aku hanya bisa bertubi-tubi mendoakanmu. Supaya sehat kondisimu, supaya panjang umurmu.


Amin.

Labels: ,

back to top?
Tuesday, June 23, 2015 @ 4:47 AM
Selepas Cerah

Mungkin malam menyisakan retas-retas gundah
Menanari kisah
yang tak menghujung indah
Bersambut bulan yang lelah
menunggu ronanya  memerah
Mungkin pula bintang menyerah
karena kemilau tak membuatnya pegah

Rasaku membayang tapi bernanah
Melumuri luka tanpa celah
Menjadikannya istana dalam rumah
Sambil pasrah
Pun aku di sini menyahut “terserah.”

Labels: , ,

back to top?
Thursday, June 11, 2015 @ 5:55 AM
Selamat Pagi, Selamat Malam, Untukmu...

Rindu ini berbilang. Tapi bilangan rindu itu tak mampu mengalikan pesan dengan tulisan , membagi satu dengan tak terhingga, atau menjumlah kita. Rindu ini bilangan apa?

"Aku ini semacam bilangan bulat. Meski aku memiliki kekurangan, aku utuh dan sepenuhnya."

Selamat pagi.

----------------------------------------------

Mungkin malam tak sedalam pikiranmu. Mungkin bulan tak sebersahaja dirimu. Dan mungkin, bintang tak lebih jauh jaraknya dari kau ke aku.

Selamat malam.

----------------------------------------------

Malam perlahan-lahan melunturkan senja. Menjadikan rembulan perhiasannya. Tak pelak membuatnya cantik tak tercela. Namun, ada yang terasa kurang. "Hai, Bulan, mengapa tak kau pakai bintang-bintang?"

"Bintang-bintang itu entah kemana perginya. Kudengar sedang mengindahkan hati mereka yang mabuk asmara."

Selamat malam, selamat menemui bintang-bintang.

----------------------------------------------

11 Juni 2015, 6:02 a.m.

Labels: ,

back to top?
monthly archive

February 2013 June 2013 May 2014 May 2015 June 2015 July 2015 August 2015 October 2015 January 2016 February 2016 April 2016 July 2016 November 2016 January 2017 February 2018 March 2018 July 2018 December 2018 June 2019 July 2019 August 2019 September 2019 October 2019 November 2019 January 2020
recent entries

Ayal Melihatmu Melukis Lukacita After The Party Tentu Saja Waktu Habis Turun Kelambu Pergolakan Dari Hari ke Hari Sebelum Pulang
LAYOUT BANNER COLORS MINIICONS