Waktu Habis
Semesta sudah menunjukkan gelagatnya
memberi pesan
atas perintah Tuhan
tentang Tuan dan Puan
Tidak perlu lagi menerka
karena sudah memastikan
bulat sudah
waktu, tak pelak ia mengeluh
habis, katanya dengan berpeluh
Hujan dan angin berunding
menyusun rencana, untuk turun dan berdesau
sekaligus bergurau
hanya untuk memperindah misteri
kisah pilu berliku
di masa lalu
Semesta sudah memenuhi amanat Tuhan
untuk membuat bertahan
untuk tidak membuat selingan
dari Yang Mahakuasa atas perasaan
Tanjung Priok,
22 September 2019
18:49 WIB
Labels: irmarindasheyna's, poems
back to top?