Lukacita
Setenggat
antara Maghrib dan Isya
Namun,
perjalanan
masih bak, persetujuan
masih di perawanan
Keadaan
kian merentan
Namun,
berlajak pikiran
menjulur menuju kehampaan
Memperhatikan si polan
menyenangkan
tapi lebih melelahkan
lepas angin
lepas angan
dia lukacita
aku berlukacita
Jakarta, 3 November 2019
05:44 WIB
Labels: irmarindasheyna's, poems
back to top?