Melihatmu Melukis
Melangkah pelan-pelan
sesekali memastikan
diri yang berbalik badan
tengah berjalan
Di belakang,
yang kutangkap
hanyalah punggungmu
yang terus menjauh ke selatan
Sampai kapan
mau melepaskan?
Menahan atau ditahan,
apa tidak kelelahan?
Kala rasa adalah mata
yang terlihat bukanlah kata
Hanya kau yang tengah melukis asa
Dengan tanah dan udara sebagai media
Dan benakmu yang menorehkan tinta
Kemudian memorimu memberikan warna
Oh, Tuhan!
Gambarnya adalah luka!
Jakarta, 27 November 2019
05.45 WIB
Labels: irmarindasheyna's, poems
back to top?