Ironi
Kau
mengaduh
Rusuh,
kapalmu tak kunjung berlabuh
Padahal
aku yang kukira patuh
Masih
saja berpeluh
Mungkin
sebab aku puguh
Tengoklah
kau, tujuh turunan pun tak luluh
Pun pengeluh
Dalam
kekeliruan Gaia yang makin jauh
Banyaknya
kau, tak apa-apa semua butuh
Nah,
aku? Tak banyak dan teracuh
Dan
aku, sendiri jua walau riuhLabels: irmarindasheyna's, poems
back to top?